Samarinda, Kaltimnow.id – Reuni Akbar yang digelar Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Kalimantan Timur (Kaltim), kembali terlaksana di Hotel Harris Samarinda, pada Sabtu (24/12/2022).
Ketua IKA UMM Kaltim Mariman Darto mengatakan, bahwa ada yang berbeda dari reuni kali ini, yaitu di balik pengusungan tema ‘Membangun dan Memperkuat Kolaborasi dengan Pemerintah’, serta adanya warisan penting terkait pendirian kampus Akademi Pertanian Milenial (APM) di Kutai Kartanegara (Kukar).
“Rencana kita ke depan untuk lebih fokus pada pengembangan kualitas SDM di Kaltim, untuk mendukung Kaltim bangkit. Karena kita ingin SDM kita itu berada dalam ketentuan yang cukup kuat,” katanya.
“Saya rasa memang ini juga forum untuk memberikan dukungan, saling memberikan penguatan, saling memberdayakan antar alumni dan eksistensi juga menjadi sangat penting,” lanjut Mariman.
Kedua hal tersebut ini pun diimplementasikan melalui pendirian kampus APM di Kukar. IKA UMM Kaltim akan mendirikan APM yang berbentuk vokasi.
Salah satu upaya yang dilakukan untuk mewujudkan hal tersebut ialah bekerja sama dengan Prefektur Miyagi di Jepang. Pihaknya melakukan koordinasi untuk mengirimkan SDM yang terbaik ke Jepang.
“Sebenarnya ini adalah bagian dari bidang lain yang tidak hanya di pertanian. Tapi juga di bidang lain yang ingin kita kembangkan,” sebut Mariman.
Diinformasikan, pendirian APM telah berproses sejak 4 tahun lamanya. Diperkirakan IKA UMM Kaltim bakal mengantongi izin prinsip dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kukar di akhir tahun 2022.
Ditempat yang sama, Wakil Gubernur (Wagub) Kaltim Hadi Mulyadi dan Rektor UMM Fauzan menghadiri langsung kegiatan IKA UMM Kaltim ini. Terlihat, antusias ratusan alumni yang hadir mengikuti kegiatan tersebut.
Dimana orang nomor dua Kaltim tersebut, sangat mengapresiasi atas Reuni Akbar IKA UMM Kaltim. Khususnya, UMM sendiri. Ia mengakui bahwa beberapa anggota keluarganya telah dan sedang menuntut ilmu di UMM.
“Kami (Pemprov) Kaltim berterima kasih atas kinerja dan dedikasi UMM untuk membangun Kaltim dan Indonesia. Kita berharap ada kerjasama lebih lanjut dengan Pemprov atau pemkab/kota dengan UMM, agar kita bisa membangun sinergi yang baik untuk Kaltim dan Indonesia,” tutur Hadi sapaan akrabnya.
Di kesempatan yang sama, Rektor UMM menerangkan bahwa IKA UMM merupakan bagian yang tak terpisahkan dari almamater. Mereka lahir dari UMM dan kemudian menjadi orang atau elemen masyarakat.
“Tentu ini menjadi kekuatan tersendiri dalam mengembangkan UMM. Alumni menjadi bagian yang dapat digunakan untuk berkolaborasi. Paling tidak, untuk akselerasi menjadikan UMM perguruan tinggi yang selalu diperhitungkan,” ujarnya
“Mereka menjadi sebagian mitra yang sangat potensial karena mereka bekerja di masing-masing profesinya dan akan kita rajut menjadi sinergi baru dalam mengembangkan UMM,” tandas Fauzan.
Penulis: Cintia Rahmadani