Iran, Kaltimnow.di — Serangan udara kembali mengguncang ibu kota Teheran pada hari ke-26 konflik antara Iran melawan Amerika Serikat dan Israel, Rabu (25/3/2026).
Laporan Al Jazeera menyebutkan ledakan terdengar di wilayah timur Teheran. Serangan tersebut dilaporkan menghancurkan sejumlah bangunan, termasuk permukiman warga dan fasilitas pendidikan.
Militer Israel menyatakan tengah melancarkan gelombang serangan yang menyasar berbagai target strategis di Teheran.
“Laporan awal, IDF sudah mulai gelombang serangan yang menargetkan infrastruktur rezim teroris Iran di seluruh penjuru Teheran,” demikian pernyataan militer Israel melalui saluran resminya.
Di sisi lain, Iran melaporkan sedikitnya 12 orang tewas dan 28 lainnya terluka akibat serangan udara di wilayah Varamin, selatan Teheran.
Secara keseluruhan, sejak konflik pecah, jumlah korban di Iran dilaporkan mencapai sekitar 1.500 orang tewas dan lebih dari 18.550 lainnya luka-luka.
Sebagai balasan, Iran juga meluncurkan serangan udara ke wilayah Israel, termasuk ibu kota Tel Aviv. Salah satu serangan dilaporkan menghancurkan sebuah bangunan di Bnei Brak, yang menyebabkan sejumlah korban luka.
Media Israel melaporkan militer mendeteksi sejumlah proyektil yang diluncurkan dari Iran menuju wilayah tengah negara tersebut. Sirene peringatan pun berbunyi di berbagai lokasi.
Eskalasi konflik tidak hanya terjadi di Iran dan Israel. Sejumlah negara di kawasan Timur Tengah turut terdampak serangan lanjutan.
Di Kuwait, kebakaran terjadi di bandara internasional setelah drone menyerang tangki bahan bakar. Juru bicara otoritas penerbangan sipil, Abdullah Al Rajhi, menyatakan tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut.
Sementara itu, Arab Saudi melaporkan berhasil mencegat satu rudal balistik yang menargetkan wilayah Provinsi Timur. Sistem pertahanan udara juga dilaporkan menembak jatuh sedikitnya enam drone dalam beberapa jam terakhir.
Di Yordania, otoritas setempat menangani jatuhnya pecahan rudal di wilayah selatan ibu kota Amman. Meski tidak menimbulkan korban, insiden tersebut menjadi bagian dari ratusan kejadian serupa sejak konflik dimulai pada akhir Februari lalu.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa konflik Iran melawan AS dan Israel terus meluas, dengan dampak yang kini dirasakan di berbagai negara kawasan Timur Tengah. (Ant)






