Paris Mencekam, Polisi Tangkap 1.311 Orang Akibat Kerusuhan Kematian Nahel

Toulouse, Kaltimnow.id – Ribuan orang di sejumlah kota di Prancis mengadakan unjuk rasa dan berakhir dengan kericuhan. Sebanyak 1.311 orang ditangkap diduga terlibat pada kerusuhan tersebut, Sabtu (1/7/2023) waktu setempat.

Berdasarkan sumber yang dikumpulkan, pemerintah Prancis menurunkan sebanyak 45 ribu personel kepolisian, dan bersiap mencegah bentrokan yang lebih banyak saat pemakaman Nahel. Kendati demikian, sejumlah massa mulai berkurang disbandingkan dengan hari sebelumnya.

Nahel adalah seorang remaja keturunan Aljazair-Maroko berusia 17 tahun yang tewas tertembak polisi. Sebelum kejadian, mobil Nahel sempat distop karena melanggar lalu lintas, akan tetapi mobil tersebut menancap gas.

Salah satu wartawan dari AFP yang sedang meliput di lokasi, sejumlah massa datang ke pemakaman yang digelar dalam suasana tegang. Upacara pemakaman Nahel dimulai dari pinggiran Paris, Nanterre, tempat Nahel tinggal.

Kericuhan akibat kematian remaja 17 tahun itu tidak hanya terjadi di Paris saja, tetapi di berbagai kota lainnya seperti Marseille, Lyon dan Grenoble.

Berdasarkan data yang diterima, Pemerintah Prancis mengumumkan pada Sabtu pagi sebanyak 1.350 kendaraan dan 234 bangunan terbakar dalam semalam. Dan sebanyak 2.560 insiden kebakaran di ruang public dan 79 orang polisi terluka.

Meski hujan deras mengguyur Paris dan wilayah di sekitarnya sejak Sabtu dini hari, namun kerusuhan tetap berkobar. Selain menerjunkan 45 ribu personel di jalanan Prancis, polisi juga menurunkan kendaraan lapis baja ringan dan polisi elite. (Ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *