Samarinda, Kaltimnow.id – Keresahan warga terkait dugaan aktivitas penggalian lahan di belakang rumah jabatan Wakil Wali Kota Samarinda akhirnya mendapat respons dari Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda. Di tengah simpang siur informasi yang beredar, Wali Kota Samarinda, Andi Harun memilih bersikap hati-hati sambil memastikan kebenaran kondisi di lapangan.
Kepada awak media, Andi Harun menyampaikan bahwa informasi awal yang diterimanya masih bersifat sementara, sehingga belum dapat dipastikan sebagai aktivitas pertambangan tanpa verifikasi dari instansi terkait.
“Saya mendapat laporan sementara bahwa itu diberitakan di media sebagai kegiatan tambang. Namun Ketua TWAP (Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan) menyampaikan kepada saya bahwa itu bukan kegiatan tambang,” ungkapnya, Senin (30/03/2026).
Menurut Andi Harun, perbedaan informasi yang berkembang menjadi alasan dirinya tidak tergesa-gesa memberikan pernyataan resmi. Ia menegaskan bahwa setiap sikap pemerintah harus didasarkan pada data yang valid serta kondisi faktual di lapangan.
“Kalau saya tidak hati-hati langsung memberikan respons, maka pernyataan saya bisa menjadi blunder dan justru menimbulkan kesalahpahaman baru di tengah masyarakat,” ujarnya.
Meski demikian, Andi Harun memastikan pemerintah tidak tinggal diam. Dinas teknis terkait telah diturunkan ke lokasi untuk melakukan pengawasan langsung, dengan pendampingan dari Tim Wali Kota untuk Akselerasi Pembangunan (TWAP).
Sebagai langkah awal, pemerintah juga telah memerintahkan penghentian sementara terhadap aktivitas di lokasi tersebut sambil menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut.
Orang nomor satu di Samarinda itu juga mengapresiasi peran masyarakat dan media yang aktif melaporkan dugaan aktivitas tersebut.
“Saya ingin mengunci penjelasan bahwa kami mengucapkan terima kasih atas semua informasi dari masyarakat, karena informasi itu, terlepas dari bagaimana judulnya, tetap memberikan manfaat besar dalam menjaga lingkungan kita,” tutup Andi Harun. (adv/diskominfo samarinda)












