Kutai Kartanegara, Kaltimnow.id – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) mendorong hilirisasi rumput laut dan pasir kuarsa sebagai komoditas unggulan dalam pengembangan Kawasan Ekonomi Sejahtera. Langkah ini diarahkan untuk menarik investasi, memperkuat sektor industri, sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya alam daerah.
Pengembangan kawasan ekonomi tersebut dirancang dalam tiga zona, yakni wilayah utara, timur, dan selatan. Masing-masing zona akan dikembangkan berdasarkan potensi sumber daya alam dan keunggulan wilayah.
Kepala Bidang Perencanaan Perekonomian dan Sumber Daya Alam Bappeda Kukar, Antoni Kusbiantoro, mengatakan pemerintah daerah telah menyiapkan sejumlah kajian sebagai dasar pengembangan kawasan, mulai dari prastudi kelayakan atau pre-feasibility study (pra-FS) hingga kajian pembagian zona wilayah.
“Untuk kawasan ekonomi ini, tahapannya sudah kami lakukan melalui penyusunan pra-FS dan kajian zona wilayah. Ada tiga zona, yaitu utara, timur, dan selatan,” jelas Antoni.
Salah satu potensi yang menjadi perhatian pemerintah daerah berada di kawasan pesisir, khususnya Kecamatan Muara Badak dan Marangkayu. Kedua wilayah tersebut memiliki potensi pengembangan komoditas rumput laut dan udang windu.
Untuk rumput laut, pengembangannya diarahkan pada industri pengolahan yang mampu menghasilkan tepung setengah jadi. Produk tersebut memiliki peluang pasar yang cukup terbuka, termasuk untuk memenuhi kebutuhan industri dan pasar ekspor.
Selama ini, masyarakat di kawasan pesisir telah menjalankan aktivitas budidaya rumput laut. Pemerintah daerah juga turut memberikan fasilitasi penyediaan bibit guna mendukung peningkatan produksi.
Meski demikian, peningkatan hasil budidaya perlu dibarengi kepastian pasar dan keberadaan industri pengolahan. Karena itu, Pemkab Kukar mendorong keterlibatan investor agar komoditas yang dihasilkan masyarakat tidak hanya dijual dalam bentuk bahan mentah, tetapi dapat diolah menjadi produk dengan nilai ekonomi lebih tinggi.
Selain rumput laut, pasir kuarsa juga menjadi komoditas potensial yang disiapkan untuk pengembangan industri hilir. Potensinya tersebar di sejumlah wilayah Kukar, antara lain Marangkayu, Muara Badak, Samboja, dan Sebulu.
Pasir kuarsa memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai bahan baku industri kaca hingga komponen panel surya. Pengolahan komoditas tersebut di daerah diharapkan mampu menciptakan nilai tambah sekaligus membuka peluang tumbuhnya sektor industri baru.
Antoni menyebutkan, pengembangan hilirisasi kedua komoditas tersebut membutuhkan dukungan investasi dari pihak ketiga. Untuk itu, pemerintah daerah menyiapkan langkah promosi agar potensi yang dimiliki Kukar dapat menarik minat pelaku usaha.
Dalam upaya tersebut, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kukar akan menyiapkan dokumen Investment Project Ready to Offer (IPRO). Dokumen ini akan memuat informasi mengenai potensi, peluang, serta kesiapan proyek investasi yang ditawarkan kepada calon investor.
Melalui pengembangan Kawasan Ekonomi Sejahtera, Pemkab Kukar berharap potensi sumber daya alam tidak berhenti pada aktivitas produksi bahan mentah. Lebih dari itu, hilirisasi diharapkan mampu mendorong tumbuhnya industri pengolahan, memperluas kesempatan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan pengembangan. (adv/prokomkukar/ant)













