Rentetan Teror Air Keras Terjadi di Sejumlah Daerah, Publik Kian Resah

Jakarta, Kaltimnow.id – Sejumlah kasus penyiraman air keras kembali terjadi dalam beberapa waktu terakhir di berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Jakarta hingga Bangka Belitung. Rentetan kejadian ini memicu kekhawatiran publik karena menyasar berbagai kalangan, termasuk aktivis.

Berikut rangkuman sejumlah kasus terbaru yang menjadi sorotan.

1. Aktivis KontraS Jadi Korban di Jakarta

Kasus menonjol terjadi pada Andrie Yunus, Wakil Koordinator KontraS, yang menjadi korban penyiraman air keras pada Kamis (12/3/2026).

Peristiwa tersebut terjadi usai Andrie menghadiri kegiatan di kantor YLBHI di Jakarta.

Koordinator KontraS, Dimas Bagus Arya, menyebut korban mengalami luka serius di sejumlah bagian tubuh.

“Telah mengalami serangan penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal (OTK) yang mengakibatkan luka serius di sekujur tubuh, terutama pada tangan, muka, dada, serta bagian mata,” ujarnya.

Dalam perkembangannya, empat anggota TNI telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan sejak 18 Maret 2026. Meski demikian, motif penyerangan hingga kini belum terungkap.

2. Pria Diserang Sepulang Salat Subuh di Bekasi

Kasus serupa terjadi di Tambun Selatan, Bekasi. Seorang pria menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tak dikenal saat pulang dari salat subuh pada Senin (30/3/2026).

Kapolres Metro Bekasi, Sumarni, menyatakan pelaku telah diamankan oleh pihak kepolisian.

“Iya [pelaku sudah ditangkap],” ujarnya singkat.

Meski pelaku telah ditangkap, polisi belum mengungkap identitas maupun motif di balik aksi tersebut.

3. Aktivis Lingkungan Diserang di Bangka Belitung

Di wilayah Bangka Belitung, aktivis lingkungan Muhammad Rosidi juga diduga menjadi korban penyiraman air keras pada Senin (30/3/2026) malam di Toboali.

Serangan dilakukan saat korban berada di dalam mobil. Akibatnya, Rosidi mengalami luka bakar di beberapa bagian tubuh.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, mendesak aparat kepolisian segera mengusut tuntas kasus tersebut.

“Saya minta Kapolda Bangka Belitung tegas dan langsung turun tangan. Siapa pun pelakunya harus segera diungkapkan ke publik seterang-terangnya,” tegasnya.

Ia juga menilai pola serangan ini berpotensi menjadi ancaman serius, terutama bagi pihak-pihak yang vokal dan kritis.

“Ini jelas teror terstruktur, bukan hanya buat aktivis, tetapi juga buat kita semua. Ini benar-benar sudah sangat mengkhawatirkan,” ujarnya.

Rentetan kasus ini menimbulkan kekhawatiran luas di masyarakat, terutama karena motif di beberapa kejadian belum terungkap.

Publik berharap aparat penegak hukum dapat segera mengungkap pelaku dan motif di balik serangkaian aksi tersebut guna mencegah terjadinya kejadian serupa di masa mendatang. (Ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *