Solar Panel Jadi Sumber Listrik Nakes di Pedalaman Kalteng

Gunung Mas, Kaltimnow.id – Solar panel menjadi sumber listrik penting bagi masyarakat di pedalaman Kalimantan Tengah. Salah satunya digunakan tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas di Desa Tumbang Masukih, Kecamatan Miri Manasa, Kabupaten Gunung Mas.

Mona Trisna Sembiring merupakan salah satu nakes yang merasakan langsung manfaat solar panel pedalaman Kalimantan Tengah. Ia bertugas di wilayah yang hingga kini belum terjangkau jaringan listrik PLN.

Kondisi tersebut membuat pemanfaatan energi matahari menjadi pilihan untuk memenuhi kebutuhan listrik. Selain untuk penerangan, listrik dari solar panel juga mendukung aktivitas sehari-hari masyarakat di wilayah tersebut.

“Solar panel menjadi salah satu sumber listrik utama bagi masyarakat karena jaringan PLN belum masuk ke wilayah kami,” kata Mona, Minggu (20/9/2026) siang.

Solar Panel Membantu Aktivitas Nakes dan Warga

Foto: Solar panel yang digunakan untuk kehidupan sehari-hari masyarakat Desa Tumbang Masukih, Kecamatan Miri Manasa, Kabupaten Gunung Mas. Sumber: Istimewa.

Bagi Mona, keberadaan solar panel pedalaman Kalimantan Tengah bukan sekadar soal mendapatkan penerangan. Energi tersebut menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat yang tinggal jauh dari akses jaringan listrik.

Selama bertugas, Mona melihat solar panel dapat membantu memenuhi kebutuhan listrik masyarakat. Kondisi itu sekaligus menunjukkan bahwa sumber energi terbarukan dapat dimanfaatkan di wilayah yang belum tersambung jaringan listrik konvensional.

Namun, pemanfaatan solar panel tentu membutuhkan perangkat dan pengelolaan yang sesuai. Karena itu, keberlanjutan penggunaannya juga perlu didukung dengan perawatan serta pengetahuan masyarakat.

Energi Matahari untuk Wilayah Terpencil

Mona menilai pengalaman di Desa Tumbang Masukih memberikan gambaran bahwa energi terbarukan memiliki manfaat lebih luas.

“Pengalaman menggunakan solar panel di daerah seperti ini menunjukkan bahwa energi terbarukan bukan hanya tentang menjaga lingkungan, tetapi juga bisa menjadi solusi nyata untuk membantu memenuhi kebutuhan listrik masyarakat di wilayah yang belum terjangkau jaringan listrik,” ujarnya.

Selain menyediakan energi untuk kebutuhan harian, penggunaan tenaga surya memanfaatkan sumber energi yang tersedia secara alami. Hal itu dapat menjadi salah satu alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar fosil.

Kisah Mona menjadi contoh kecil dari pemanfaatan energi matahari di pelosok Kalimantan. Di tengah tantangan akses listrik, matahari yang selama ini hadir setiap hari dapat dimanfaatkan menjadi sumber energi bagi masyarakat.

Bagi daerah terpencil, pengalaman tersebut menunjukkan bahwa transisi energi tidak selalu dimulai dari proyek berskala besar. Kadang, perubahan justru berawal dari kebutuhan sederhana: menghadirkan listrik di tempat yang belum tersambung jaringan PLN. (Ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *