49 Kunjungan Luar Negeri dalam 18 Bulan, Ini Alasan Presiden Prabowo Subianto Aktif Diplomasi Global

Jakarta, Kaltimnow.id – Presiden Prabowo Subianto tercatat telah melakukan puluhan kunjungan luar negeri sejak awal masa jabatannya. Dalam 18 bulan pemerintahan, jumlah perjalanan internasionalnya mencapai 49 kali, dengan 35 kunjungan dilakukan hanya dalam tahun pertama.

Aktivitas diplomasi yang intens ini menjadi sorotan, namun Prabowo menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bagian dari strategi menjaga kepentingan nasional di tengah dinamika global yang penuh ketidakpastian.

Diplomasi di Tengah Ketidakpastian Global

Dalam diskusi bersama jurnalis dan pakar di Hambalang, Bogor, Prabowo menjelaskan bahwa posisi Indonesia saat ini sangat strategis di mata dunia.

Ia menilai Indonesia sebagai negara dengan sumber daya alam besar dan posisi geografis yang terbuka, sehingga memiliki peran penting dalam percaturan global.

“Kita negara yang mungkin memiliki sumber daya alam salah satu terbesar di dunia,” ujarnya.

Menurut Prabowo, keikutsertaan Indonesia dalam berbagai forum internasional seperti ASEAN dan G20 membuat Presiden Indonesia kerap menerima undangan dari berbagai negara.

Bukan Sekadar Kunjungan, Tapi Misi Ekonomi

Prabowo menegaskan, kunjungan luar negeri bukan sekadar agenda seremonial, melainkan bagian dari upaya membuka peluang ekonomi dan menjaga lapangan kerja di dalam negeri.

“Disangka saya jalan-jalan, padahal ini untuk menjaga rakyat, menjaga lapangan kerja,” kata Prabowo.

Ia menjelaskan bahwa sebelum kunjungan dilakukan, para menteri telah melakukan proses lobi. Kehadiran Presiden menjadi tahap akhir untuk mengunci kesepakatan strategis, termasuk kerja sama perdagangan seperti CEPA dengan Uni Eropa dan Kanada.

Hasilnya, sejumlah produk Indonesia seperti tekstil dan alas kaki kini mendapatkan akses tarif nol persen di beberapa pasar internasional.

Negara-Negara yang Sering Dikunjungi

Sejumlah negara tercatat menjadi tujuan kunjungan berulang Presiden Prabowo, di antaranya:

  1. Malaysia
  2. Amerika Serikat
  3. China
  4. Inggris
  5. Korea Selatan
  6. Uni Emirat Arab

Selain itu, Prabowo juga aktif menghadiri forum internasional penting seperti KTT APEC di Peru, KTT G20 di Brasil, hingga World Economic Forum di Swiss.

Fokus Kerja Sama dan Investasi

Kunjungan ke berbagai negara menghasilkan sejumlah kerja sama strategis, mulai dari perdagangan, investasi, hingga pertahanan.

Salah satu capaian signifikan adalah kesepakatan investasi dengan Jepang dan Korea Selatan yang mencapai sekitar Rp575 triliun pada awal 2026.

Tak hanya itu, Prabowo juga terlibat dalam forum-forum penting terkait isu global, seperti perdamaian di Timur Tengah hingga dukungan terhadap kemerdekaan Palestina di forum Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Diplomasi Aktif untuk Kepentingan Nasional

Aktivitas luar negeri Presiden Prabowo mencerminkan pendekatan diplomasi aktif Indonesia di era modern. Di tengah persaingan global yang semakin ketat, kehadiran langsung kepala negara dinilai penting untuk memperkuat posisi tawar Indonesia.

Dengan berbagai kunjungan tersebut, pemerintah berharap dapat membuka lebih banyak peluang kerja sama internasional yang berdampak langsung pada pertumbuhan ekonomi nasional dan kesejahteraan masyarakat. (Ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *