Samarinda, Kaltimnow.id – Atmosfer kompetitif dan semangat sportivitas mewarnai gelaran Campus League 2026 Regional Samarinda Season 1 yang berlangsung di GOR Indoor Serbaguna Sempaja, Samarinda. Kompetisi bola basket antarperguruan tinggi ini menjadi panggung adu gengsi empat kampus terbaik di Kalimantan Timur untuk memperebutkan satu tiket menuju babak The National di Jakarta.
Turnamen yang berlangsung sejak 8 hingga 10 Mei 2026 ini menghadirkan persaingan antara Universitas Mulawarman (UNMUL), Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), Politeknik Negeri Samarinda (POLNES), dan Politeknik Negeri Balikpapan (POLTEKBA).
Sebagai musim perdana Campus League di luar Pulau Jawa, jumlah peserta masih terbatas. Panitia pun menerapkan sistem round-robin atau setengah kompetisi, di mana setiap tim saling bertemu dan juara ditentukan berdasarkan klasemen akhir dengan perolehan poin tertinggi.
Head of Competition & Talent Development Campus League, Dave Leopold, menyebut Samarinda dipilih sebagai regional pertama di luar Jawa karena dinilai memiliki perkembangan basket pelajar dan mahasiswa yang cukup pesat.
“Potensi pebasket di Kaltim khususnya, saya lihat ada perkembangan karena antar SMA-nya jalan di sini. Secara kualitas untuk Kalimantan Timur saya rasa cukup berkembang dan cukup kompetitif,” ujar Dave Leopold, Sabtu (09/05/2026).
Ia optimistis Campus League dapat berkembang lebih besar di Kalimantan pada musim-musim berikutnya.
“Saya cuma bisa jamin minimal 10 tahun ke depan kami tetap ada. Harapan saya Samarinda di tahun 2026 ada empat tim, tapi di tahun 2027 nanti bisa delapan atau dua belas tim,” tambahnya.
Pada pertandingan hari kedua, POLNES sukses menjaga asa menuju fase nasional usai menaklukkan UMKT dengan skor 52-44. Kemenangan tersebut menjadi modal penting setelah sebelumnya POLNES harus menelan kekalahan pada laga pembuka.
Head Coach POLNES, Sandy Indracahya, mengapresiasi perjuangan timnya yang mampu bangkit meski persiapan sempat terkendala fasilitas latihan.
“Anak-anak sesuai harapan hari ini, game-nya sesuai yang saya mau. Saya percaya sama anak-anak bisa jalankan semuanya, alhamdulillah hari ini menang,” katanya.
Menurut Sandy, seluruh pertandingan di Campus League harus diperlakukan layaknya partai final.
“Target saya sama anak-anak untuk event Campus League ini, setiap pertandingan adalah final, jadi gimana caranya kita coba main maksimal ambil kemenangannya,” tegasnya.
Kapten tim POLNES, Muhammad Rizky, juga menilai ketenangan menjadi faktor penting dalam kemenangan timnya menghadapi UMKT yang tampil agresif dan efektif dalam melakukan tembakan.
“Intinya jangan panik, pokoknya tetap bawa enjoy, fokus di lapangan, hasil dari ketenangan kita sendiri. Kalau buat besok, saya yakin seharusnya kita bisa lolos ke Nasional,” ungkap Rizky.
Mahasiswa Teknik Sipil semester enam itu mengatakan timnya kini fokus memulihkan kondisi fisik dan mempelajari pola permainan lawan jelang laga penentuan pada hari terakhir kompetisi.
Nantinya, juara Regional Samarinda akan bergabung dengan wakil dari Surabaya, Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta di fase The National. Selain menjadi ajang perebutan gelar, Campus League juga masuk dalam radar talent scouting federasi untuk menjaring pemain potensial menuju seleksi Tim Nasional. (tia)













