Samarinda, Kaltimnow.id – Di tengah gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang melanda sektor pertambangan di Kalimantan Timur akibat penurunan kuota produksi, industri perkebunan kelapa sawit justru menunjukkan daya tahan yang kuat.
Salah satu perusahaan yang mencatatkan kinerja positif adalah PT Palma Serasih Tbk (PSGO). Sepanjang 2025, perseroan berhasil membukukan pendapatan sebesar Rp2,55 triliun dengan pertumbuhan laba bersih mencapai 26,3 persen.
Capaian tersebut menegaskan bahwa sektor sawit masih menjadi salah satu penopang ekonomi daerah di tengah lesunya industri tambang. Tidak hanya berorientasi pada profit, perusahaan juga menaruh perhatian besar terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah operasionalnya di Kalimantan Timur.
Direktur dan Sekretaris Perusahaan PT Palma Serasih Tbk, Astrida Niovita Bachtiar, mengatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil dari kombinasi manajemen yang disiplin, efisiensi operasional, serta komitmen terhadap praktik bisnis berkelanjutan.
“Pertumbuhan yang berkelanjutan hanya dapat dicapai melalui kombinasi penerapan praktik manajemen terbaik, konsistensi standar operasional, efisiensi, pengelolaan aset optimal, dan komitmen terhadap bisnis yang bertanggung jawab,” ujarnya.
Menurut Astrida, keuntungan yang diperoleh perusahaan juga menjadi modal penting untuk memperluas dampak sosial melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Salah satu program unggulan yang terus berjalan sejak 2009 adalah kemitraan petani plasma. Saat ini, Palma Serasih mengelola lebih dari 28.000 hektare lahan inti dan plasma bersama masyarakat.
“Kami menjadikan masyarakat sebagai mitra sejajar dalam menggerakkan roda ekonomi perkebunan,” tambahnya.
Selain sektor ekonomi, perusahaan juga aktif mendukung pendidikan dan pembangunan infrastruktur sosial di kawasan sekitar operasional. Langkah tersebut dilakukan agar kehadiran perusahaan memberikan manfaat jangka panjang yang nyata bagi masyarakat.
Di bidang lingkungan, Palma Serasih menjalankan kebijakan No Deforestation, No Peat, No Exploitation (NDPE) sebagai bagian dari komitmen keberlanjutan. Perseroan juga menjalin kolaborasi dengan organisasi konservasi dalam perlindungan habitat orangutan serta pengelolaan kawasan konservasi Wehea-Kelay.
“Keberlanjutan bukan hanya bagian dari kepatuhan, melainkan fondasi dalam setiap pengambilan keputusan strategis kami,” tegas Astrida.
Memasuki 2026, PT Palma Serasih Tbk menegaskan tekad untuk terus menjadi pelopor industri sawit yang inklusif dan memberi kontribusi nyata bagi masyarakat luas.
“Kami berkomitmen terus menciptakan nilai jangka panjang yang seimbang bagi pemegang saham, masyarakat, dan lingkungan,” pungkasnya. (tia)














