Samarinda, Kaltimnow.id – Pemerintah Kota Samarinda tetap melanjutkan penataan kawasan bawah Jembatan Mahakam secara bertahap di tengah keterbatasan anggaran daerah.
Penataan kawasan tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang lebih tertib, bersih, dan nyaman bagi masyarakat, khususnya di wilayah Samarinda Seberang.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan bahwa proyek penataan tersebut tidak dihentikan, melainkan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.
Menurutnya, pemerintah sebenarnya telah memiliki desain lengkap untuk pengembangan kawasan bawah jembatan tersebut. Namun, realisasi pembangunan secara menyeluruh belum dapat dilakukan karena keterbatasan anggaran.
“Kita sudah memiliki full desainnya, tapi karena anggaran terbatas sehingga kita baru separuh,” ungkap Andi Harun, Kamis (26/0l3/2026).
Ia menjelaskan, konsep pembangunan kawasan itu dirancang secara terintegrasi. Dalam desain tersebut terdapat fasilitas Tempat Penampungan Sementara (TPS), ruang terbuka hijau berupa taman, hingga pembangunan infrastruktur jalan penunjang.
“Totalnya kurang lebih anggarannya kalau full desain dengan TPS-nya, dengan tamannya, sekitar Rp6 miliar. Tapi yang baru kita anggarkan kemarin sekitar Rp3 miliar, sehingga belum bisa terbangun secara full desain. Ya itulah strategi kita,” jelasnya.
Kendati demikian, Andi Harun menegaskan pembangunan tetap akan berjalan secara bertahap agar tidak membebani keuangan daerah sekaligus memastikan proyek terus berprogres.
“Strategi kita tidak harus berhenti membangun. Kalau memang uang terbatas, ya kita bagi dua atau bagi tiga. Yang penting kita bergerak pelan, tidak berhenti, tapi juga tidak memaksakan diri. Kita harus menyesuaikan dengan kemampuan anggaran,” tegasnya.
Ia pun menargetkan penyelesaian proyek tersebut dapat dilakukan secara penuh pada tahun mendatang, sehingga seluruh desain yang telah direncanakan dapat terealisasi.
“Insya Allah tahun depan, mohon doanya, mudah-mudahan atas izin Allah kita bisa menyelesaikan secara full desain. Untuk nama tamannya nanti pada saatnya akan kita tentukan,” pungkasnya. (adv/diskominfo samarinda)












