Lebanon, Kaltimnow.id – Sejumlah prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) dilaporkan gugur dan mengalami luka-luka akibat serangkaian insiden di Lebanon dalam sepekan terakhir.
Tiga prajurit TNI yang gugur adalah:
- Praka Farizal Rhomadhon
- Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar
- Sertu Muhammad Nur Ichwan
Dalam keterangan resmi UNIFIL, Praka Farizal Rhomadhon dilaporkan gugur akibat ledakan proyektil yang terjadi di dekat pos Indonesia di Desa Adchit Al Qusayr pada Minggu (29/3/2026).
Sementara itu, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan meninggal dunia akibat ledakan lain dengan sumber yang masih belum diketahui, yang terjadi sehari kemudian, Senin (30/3).
Selain korban jiwa, sejumlah prajurit TNI lainnya juga mengalami luka-luka dalam beberapa insiden berbeda.
Insiden terbaru terjadi pada Jumat (3/4) di wilayah El Addaiseh, Lebanon selatan. Dalam peristiwa tersebut, tiga personel TNI terluka, dua di antaranya mengalami luka parah.
Korban yang mengalami luka berat telah mendapatkan perawatan medis di rumah sakit setempat dan dilaporkan dalam kondisi stabil.
Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyatakan bahwa insiden yang melibatkan prajurit TNI ini merupakan kejadian serius ketiga dalam kurun waktu satu minggu.
Sebelumnya:
- Senin (31/3): dua prajurit terluka akibat ledakan di dekat Bani Hayyan
- Minggu (29/3): tiga prajurit terluka, terdiri dari satu luka berat dan dua luka ringan
Kepala Biro Informasi Pertahanan Setjen Kementerian Pertahanan, Rico Ricardo Sirait, menyampaikan kondisi korban dalam insiden sebelumnya.
“Satu dalam kondisi luka berat, dan dua luka ringan,” ujarnya.
Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa serangan terhadap pasukan perdamaian tidak dapat diterima dalam kondisi apa pun.
Kemlu RI juga mendorong adanya penguatan perlindungan bagi personel PBB, mengingat situasi keamanan di wilayah konflik yang semakin berisiko. (Ant)








