Kendari, Kaltimnow.id – Trauma mendalam dialami siswi sekolah dasar yang menjadi korban dugaan pencabulan oleh oknum TNI berinisial Sertu MB di Kendari, Sulawesi Tenggara. Hingga kini, kondisi psikis korban belum pulih dan justru menunjukkan gejala depresi.
Korban dilaporkan lebih banyak mengurung diri di kamar sejak peristiwa tersebut terjadi. Ia juga kerap menangis histeris dan melukai dirinya sendiri.
Kuasa hukum keluarga korban, Andre Darwaman, mengungkapkan kondisi korban semakin mengkhawatirkan.
“Saat sendirian dalam kamar, korban merenung, menangis histeris ketakutan, bahkan nekat mencakar-cakar badannya hingga luka-luka. Kondisi korban semakin parah, menangis histeris ketakutan,” ujarnya, Senin (4/5/2026).
Pasca-kejadian, korban bersama keluarganya memilih meninggalkan rumah sebelumnya dan kini tinggal di kediaman neneknya di Kota Kendari. Sebelumnya, korban diketahui tinggal di perumahan milik terduga pelaku di wilayah Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan.
Relasi antara korban dan pelaku pun terbilang dekat. Ayah korban disebut merupakan saudara kandung dari istri pelaku.
Andre menjelaskan, meskipun pendampingan psikolog anak telah dilakukan secara rutin, kondisi mental korban belum menunjukkan perbaikan signifikan.
“Belum ada perubahan, makanya rutin didampingi psikolog anak. Mudah-mudahan ada perkembangan yang lebih baik,” katanya.
Keluarga kini terus berupaya memulihkan kondisi korban, sekaligus berharap proses hukum berjalan cepat. Mereka mendesak aparat segera menangkap terduga pelaku yang hingga kini masih dalam pelarian.
Komandan Detasemen Polisi Militer (Denpom) XIV/3 Kendari, Haryadi Budaya Pela, memastikan pencarian masih berlangsung.
“Masih dalam pencarian. Nanti kalau sudah dapat akan kami sampaikan, mohon doa restunya,” ujarnya.
Ia menambahkan, pencarian melibatkan sejumlah satuan, termasuk Kodim 1417/Kendari, Intel Korem 143/Haluoleo, serta Polresta Kendari.
“Pokoknya kita berusaha semaksimal mungkin untuk menangkapnya. Mohon doanya,” katanya.
Sertu MB sebelumnya dilaporkan melarikan diri saat proses pemeriksaan. Ia sempat meminta izin makan sebelum akhirnya kabur dan hingga kini belum berhasil diamankan.
Kasus ini menyisakan dua persoalan sekaligus: kondisi korban yang belum pulih, dan pelaku yang masih bebas. (Ant)








