Samarinda, Kaltimnow.id – Pengusutan kasus pembunuhan disertai mutilasi yang menggemparkan warga di Jalan Gunung Pelandu, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara, terus berkembang. Kepolisian mengungkap temuan baru, termasuk keberadaan saksi kunci serta dugaan peran masing-masing tersangka.
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Hendri Umar, menyampaikan bahwa penyidik masih mendalami hubungan antara dua tersangka, yakni Jakpar alias Wahyu (53) dan Rusmini (56), termasuk kemungkinan adanya unsur perencanaan dalam aksi tersebut.
“Sejauh ini, keduanya mengaku tidak memiliki hubungan khusus. Namun, hal itu masih terus kami dalami melalui pemeriksaan lanjutan,” ujarnya, Kamis (26/3/2026).
Dalam proses penyidikan, polisi juga telah mengantongi dua saksi kunci yang diduga mengetahui langsung kejadian tersebut. Keduanya disebut melihat peristiwa pada dini hari sekitar pukul 02.30 Wita.
“Ada dua saksi kunci yang melihat langsung kejadian sekitar pukul 02.30 Wita. Keterangannya masih kami dalami,” ungkapnya.
Hasil penyelidikan sementara mengungkap bahwa korban sebelumnya diperkenalkan kepada tersangka utama oleh tersangka lainnya. Relasi di antara mereka disebut sebatas saling mengenal.
Lebih lanjut, polisi menduga salah satu tersangka memiliki peran dominan dalam merancang aksi kejahatan tersebut, mulai dari penentuan lokasi hingga tempat pembuangan.
“Ada indikasi salah satu tersangka berperan dalam perencanaan, mulai dari penentuan lokasi hingga tempat pembuangan,” jelas Hendri.
Sementara itu, tersangka lainnya diduga menjadi pelaku utama dalam aksi pembunuhan hingga mutilasi terhadap korban.
Adapun motif sementara yang terungkap masih berkaitan dengan persoalan pribadi, termasuk rasa sakit hati serta dugaan upaya menguasai barang milik korban.
“Motifnya masih kami dalami, namun ada indikasi terkait sakit hati dan penguasaan barang milik korban,” tambahnya.
Untuk melengkapi proses penyidikan, kepolisian juga berencana melakukan pemeriksaan kejiwaan terhadap kedua tersangka dengan melibatkan tenaga ahli.
Kasus ini sebelumnya menyita perhatian publik setelah potongan tubuh korban ditemukan di dua lokasi berbeda. Dalam waktu relatif singkat, aparat kepolisian berhasil mengungkap kasus tersebut dan mengamankan para pelaku.
Selain fokus pada pengungkapan perkara, kepolisian juga meningkatkan pengamanan di sejumlah titik selama masa libur Lebaran, termasuk kawasan permukiman yang ditinggalkan pemudik, destinasi wisata, hingga area sekitar Sungai Mahakam.
“Kami pastikan situasi kamtibmas tetap kondusif, khususnya di momen libur panjang ini,” tegasnya.
Saat ini, kedua tersangka telah diamankan dan menjalani proses hukum lebih lanjut. Polisi memastikan akan terus mengembangkan kasus hingga seluruh fakta terungkap secara menyeluruh.
“Penyidikan akan kami lakukan secara profesional dan transparan,” pungkas Hendri. (Ant)









