Kebakaran Loa Ipuh Tenggarong, 11 KK Terdampak dan Dua Anak Meninggal

Tenggarong, Kaltimnow.id – Kebakaran Loa Ipuh Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), berdampak pada 11 kepala keluarga (KK) atau 43 orang. Dalam peristiwa tersebut, dua anak berusia empat dan tujuh tahun dilaporkan meninggal dunia.

Sebagai bentuk kepedulian, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Gerakan Rakyat Kalimantan Timur bersama Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Rakyat Kukar menyalurkan bantuan sosial kepada warga terdampak, Rabu (14/10/2026).

Penyaluran bantuan tersebut turut dihadiri mantan Bupati Kukar, Rita Widyasari, yang hadir sebagai tokoh masyarakat Tenggarong.

Kebakaran Loa Ipuh Diduga Akibat Korsleting Listrik

Ketua RT 61, Muhammad Akhiar, menjelaskan bahwa kebakaran diduga bermula dari korsleting listrik. Api mulai terlihat sekitar pukul 23.45 Wita, menjelang tengah malam.

Menurut Akhiar, musibah tersebut menyebabkan 11 KK terdampak, termasuk pemilik rumah. Total warga yang terdampak mencapai 43 orang.

“Dugaan awalnya karena korsleting listrik,” ungkap Muhammad Akhiar.

Namun, penyebab kebakaran tersebut masih perlu dipastikan melalui keterangan resmi pihak berwenang.

Pasca-kejadian, warga bersama pengurus lingkungan berencana meningkatkan keamanan melalui kegiatan ronda malam. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu menjaga keamanan lingkungan setelah musibah.

Gerakan Rakyat Kaltim Salurkan Bantuan

Ketua DPW Gerakan Rakyat Kaltim, Andi Nasir, mengatakan penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan sosial organisasinya.

Pihaknya bekerja sama dengan DPD Gerakan Rakyat Kukar untuk membantu warga yang menghadapi kesulitan setelah kebakaran.

“Ini merupakan salah satu dari sekian banyak kegiatan yang kami siapkan, yaitu bantuan sosial untuk bencana atau musibah kebakaran di Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara,” ujar Andi Nasir.

Adapun bantuan yang disalurkan meliputi air minum dalam kemasan, pakaian baru, dan pakaian bekas layak pakai.

Selain pengurus DPW Gerakan Rakyat Kaltim, kegiatan tersebut dihadiri Ketua DPD Gerakan Rakyat Samarinda dan Ketua DPD Gerakan Rakyat Kukar, Ambo Ase.

Warga Masih Membutuhkan Bantuan Kebutuhan Pokok

Di tengah proses pemulihan, warga terdampak masih membutuhkan dukungan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Akhiar menyebutkan bahwa bantuan sembako menjadi salah satu kebutuhan yang perlu diprioritaskan. Sementara itu, bantuan pakaian bekas dinilai tidak terlalu mendesak bagi warga saat ini.

Karena itu, penyaluran bantuan kebutuhan pokok diharapkan dapat membantu meringankan beban keluarga terdampak selama masa pemulihan pascakebakaran. (Ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed