Samarinda, Kaltimnow.id – Kondisi memprihatinkan terlihat di Lapas Kelas IIA Samarinda. Lembaga pemasyarakatan tersebut kini mengalami kelebihan kapasitas yang sangat tinggi, jauh melampaui daya tampung ideal.
Ketua Komite I DPD RI bidang Pemerintahan, Pemilu, dan Pertanahan, Andi Sofyan Hasdam, mengaku prihatin setelah meninjau langsung kondisi blok hunian di lokasi tersebut.
“Terus terang saya sedih melihatnya. Ruangan-ruangannya kecil sekali dengan jumlah orang sebanyak itu, saya tidak bisa bayangkan bagaimana mereka tidur,” ujarnya saat ditemui di Lapas Kelas IIA Samarinda, Kamis (9/4/2026).
Dalam kunjungan itu, Sofyan Hasdam menegaskan bahwa temuan di lapangan akan menjadi perhatian serius dalam rapat kerja bersama kementerian terkait di Jakarta. Ia menilai kondisi lapas bukan sekadar soal penahanan, tetapi juga menyangkut aspek pembinaan dan kesejahteraan warga binaan.
“Ini adalah bagian dari kesejahteraan masyarakat. Mereka ke sini bukan sekadar dipenjara, tetapi dimasyarakatkan dan dibina agar saat keluar nanti bisa diterima kembali oleh masyarakat,” tambahnya.
Kepala Lapas Kelas IIA Samarinda, Yohanis Varianto, mengungkapkan bahwa tingkat hunian saat ini sudah mencapai angka yang sangat mengkhawatirkan.
“Kapasitas kami seharusnya hanya untuk 217 orang, namun faktanya saat ini diisi oleh sekitar 750 orang. Ini sudah sangat-sangat over,” ungkapnya.
Data per 9 April 2026 menunjukkan mayoritas penghuni merupakan kasus narkotika sebanyak 405 orang. Selain itu, terdapat 306 narapidana pidana umum, 36 kasus korupsi, 3 kasus pencucian uang, serta 1 kasus trafficking.
Sofyan juga menyoroti kondisi serupa di Lapas Bontang yang disebut mengalami kelebihan kapasitas hingga 300 persen.
“Harapan kita, Lapas baru nanti cepat terbangun. Dengan lahan yang luas, pembinaan akan jauh lebih baik,” katanya.
Untuk mengatasi persoalan kronis ini, rencana relokasi lapas terus didorong. Pihak lapas telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Samarinda untuk menyiapkan lokasi baru.
Lahan seluas sekitar 9 hektare di kawasan Bayur disiapkan sebagai lokasi relokasi, jauh lebih luas dibandingkan lokasi saat ini yang hanya sekitar 7.000 meter persegi.
“Kami sangat bersyukur dengan kehadiran DPD RI hari ini. Semoga beliau dapat mendorong percepatan program relokasi ini ke lahan baru di Bayur yang jauh lebih luas dan representatif,” ujar Yohanis.
Meski berada dalam kondisi serba terbatas, pihak lapas memastikan program pembinaan bagi warga binaan tetap berjalan.
Untuk pembinaan kepribadian, lapas bekerja sama dengan Kementerian Agama dan sejumlah yayasan agar kegiatan ibadah tetap terlaksana. Sementara itu, program pembinaan kemandirian tetap digalakkan dengan memanfaatkan ruang yang ada secara maksimal.
“Walaupun tempatnya sempit, kami manfaatkan setiap sudut yang ada. Ada bengkel mebeler, barbershop, hingga program ketahanan pangan seperti hidroponik, budi daya lele, dan ayam petelur,” jelas Yohanis. (Ant)













