Museum Mulawarman Edukasi Pelajar Tenggarong tentang Pelestarian Cagar Budaya

Kutai Kartanegara, Kaltimnow.id – Museum Negeri Mulawarman menggelar sosialisasi cagar budaya dan museum bertema *“Merawat Jejak Budaya di Bumi Etam”* untuk meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap pentingnya pelestarian warisan budaya di Kalimantan Timur.

Kegiatan yang berlangsung pada 12 dan 14 Oktober 2026 tersebut menyasar pelajar SMA/SMK sederajat di wilayah Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara.Konservator Museum Negeri Mulawarman, Heri Aji Nurcholis, mengatakan sosialisasi dilaksanakan di dua lokasi berbeda.

Kegiatan pertama berlangsung di Aula Gedung A Museum Negeri Mulawarman pada Senin (12/10/2026), dengan mengundang perwakilan dari tiga sekolah di sekitar Tenggarong.

Dalam kegiatan tersebut, museum turut menghadirkan narasumber dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah Kalimantan Timur untuk memberikan pemahaman mengenai cagar budaya dan upaya pelestariannya.

Sementara itu, kegiatan kedua dijadwalkan berlangsung pada Rabu (14/10/2026) di SMA Negeri 3 Unggulan Tenggarong. Pada kesempatan tersebut, tim Museum Negeri Mulawarman akan mendatangi sekolah untuk memberikan edukasi secara langsung kepada para pelajar.

“Untuk kegiatan 12 Oktober, kami mengundang peserta dari tiga sekolah di sekitar Tenggarong untuk mengikuti acara di museum. Kami juga menghadirkan narasumber dari Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah Kalimantan Timur. Pada Rabu, tim museum yang akan mendatangi SMA Negeri 3 Unggulan Tenggarong,” ujar Heri.

Menurutnya, pelajar tingkat SMA/SMK dipilih karena dinilai telah memiliki pemahaman yang lebih matang untuk mempelajari perkembangan kebudayaan serta pentingnya konservasi benda-benda bersejarah.Melalui kegiatan ini, para peserta diharapkan tidak hanya mengenal berbagai jenis cagar budaya, tetapi juga memahami cara merawat dan melestarikannya agar tetap terjaga bagi generasi mendatang.

Heri berharap sosialisasi tersebut dapat memperluas wawasan pelajar mengenai kekayaan budaya di Kalimantan Timur, termasuk jenis-jenis cagar budaya beserta ketentuan yang mengatur pelindungan dan pelestariannya.

Antusiasme juga terlihat dari peserta yang mengikuti kegiatan di museum. Salah seorang pelajar, Adelya Sinurat mengaku senang karena memperoleh pengetahuan baru, terutama mengenai cara merawat benda-benda bersejarah.

“Kita dapat mengetahui apa yang sebelumnya belum kita tahu. Penjelasannya mudah dipahami, praktiknya juga seru. Kami bisa membersihkan benda-benda dari karat sekaligus mengetahui cara perawatannya,” ungkapnya.

Melalui sosialisasi tersebut, Museum Negeri Mulawarman berharap generasi muda semakin mengenal warisan budaya daerah dan memiliki kepedulian untuk ikut menjaga jejak sejarah di Bumi Etam. (tor)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *