Samarinda, Kaltimnow.id – ASN E-Sport Turnamen 2026 diikuti 41 peserta dari berbagai instansi di Kaltim. Kompetisi mempertandingkan PES Football dan Tekken 7.
Sebanyak 41 peserta dari berbagai instansi pemerintah mengikuti ASN E-Sport Turnamen 2026 di Kalimantan Timur. Peserta berasal dari ASN kementerian/lembaga, Pemprov Kaltim, hingga pemerintah kabupaten dan kota.
Kompetisi tersebut mempertandingkan dua gim, yakni PES Football dan Tekken 7. Selain menjadi ruang kompetisi, turnamen ini menjadi ajang silaturahmi antarpeserta dari berbagai instansi.
Ketua Asosiasi PPPK Kaltim, Fadil Anwar, mengatakan olahraga elektronik dapat memberikan ruang positif bagi ASN untuk mengembangkan kemampuan di luar aktivitas kedinasan.
“Pupuk Kaltim ASN E-Sport Turnamen 2026 yang mempertandingkan PES Football dan Tekken 7 ini menjadi wadah yang positif bagi ASN untuk berkompetisi sekaligus mempererat silaturahmi. E-sport bukan hanya soal permainan, tetapi juga melatih strategi, fokus, sportivitas, dan kerja sama,” katanya kepada awak media, Sabtu (22/8/2026) sore.
Pada kategori Tekken 7, juara pertama diraih Muhammad Argiofauzan dari Dinas Pekerjaan Umum (PU). Posisi kedua ditempati Muhammad Adib dari Biro Umum.
Sementara itu, Sayid Muhammad Faisyal Askari dari Dinas Sosial meraih juara ketiga kategori Tekken 7.
Persaingan dalam kategori PES Football juga berlangsung antarpeserta dari sejumlah instansi pemerintah. Dan selamat kepada Deandy Putra Pratama dari Dinas Sosial yang berhasil merebut juara pertama dan juara kedua, dan juara ketiga Rizuan Noor W. Oesman Bapenda.
Fadil mengapresiasi penyelenggaraan turnamen tersebut. Menurutnya, kompetisi e-sport dapat menjadi wadah bagi ASN untuk mengembangkan potensi sekaligus membangun kebersamaan.
“Kami dari Asosiasi PPPK Kaltim mengapresiasi kegiatan ini dan berharap ke depan semakin banyak ruang bagi ASN untuk mengembangkan potensi di bidang olahraga digital. Mari bertanding dengan sportif, junjung fair play, dan jadikan kompetisi ini sebagai momentum membangun kebersamaan,” ungkapnya.
Kegiatan tersebut menunjukkan e-sport dapat menjadi bagian dari aktivitas positif di lingkungan ASN. Selain kompetisi, peserta juga memiliki kesempatan membangun relasi lintas instansi melalui olahraga digital. (Ant)














