Samarinda, Kaltimnow.id – Ribuan massa dipastikan akan menggelar aksi demonstrasi di Kalimantan Timur pada Selasa, 21 April 2026. Aksi terpusat di Kota Samarinda dengan dua titik utama, yakni kawasan Kantor DPRD Kaltim di Jalan Teuku Umar dan Kantor Gubernur Kaltim di Jalan Gajah Mada.
Aksi ini diinisiasi oleh Aliansi Perjuangan Masyarakat Kaltim yang memperkirakan sekitar 2.000 peserta akan turun ke jalan. Massa berasal dari berbagai elemen, termasuk puluhan organisasi masyarakat.
Kapolda Kaltim, Endar Priantoro, menyatakan pihaknya menyiapkan sekitar 1.700 personel gabungan TNI-Polri untuk mengawal jalannya aksi.
Menurutnya, pengamanan ini merupakan bagian dari pelayanan aparat terhadap penyampaian aspirasi publik. Meski demikian, ia menekankan pentingnya menjaga ketertiban selama demonstrasi berlangsung.
“Kewajiban massa aksi tentunya secara prinsip harus menjaga situasi keamanan dan menghormati hak-hak yang lain,” ujarnya.
Tiga Tuntutan Utama Massa
Aksi 21 April disebut sebagai respons atas kebijakan Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, yang dinilai menuai kontroversi di tengah masyarakat.
Aliansi membawa tiga tuntutan utama, yakni:
- Audit menyeluruh terhadap kebijakan anggaran Pemprov Kaltim
- Penghentian praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN)
- Penguatan fungsi pengawasan DPRD secara independen
Sorotan utama tertuju pada kebijakan pengadaan kendaraan dinas senilai Rp8,5 miliar serta renovasi rumah jabatan yang mencapai Rp25 miliar. Kebijakan tersebut dinilai tidak selaras dengan semangat efisiensi anggaran yang digaungkan pemerintah pusat.
Selain itu, isu independensi legislatif juga menjadi perhatian. Ketua DPRD Kaltim, Hasanuddin Mas’ud, diketahui memiliki hubungan keluarga dengan gubernur, yang memicu kekhawatiran publik terkait potensi konflik kepentingan.
Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, kepolisian akan memberlakukan rekayasa lalu lintas di sejumlah ruas jalan utama di Samarinda mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WITA.
Kasat Lantas Polresta Samarinda, La Ode Prasetyo Fuad, menyebut pengalihan arus akan dilakukan di kawasan:
- Jalan MT Haryono menuju Rapak Indah
- Jalan Teuku Umar dan sekitarnya
- Jalan Gajah Mada hingga Jalan Yos Sudarso
Sejumlah jalur alternatif disiapkan, antara lain Jalan Adam Malik, Slamet Riyadi, Juanda, Antasari, Basuki Rahmat, hingga Pangeran Diponegoro.
Masyarakat yang beraktivitas di sekitar pusat kota Samarinda diimbau untuk menyesuaikan rute perjalanan guna menghindari kemacetan.
Di sisi lain, aparat berharap aksi dapat berlangsung tertib dan damai, sehingga aspirasi yang disampaikan tetap berjalan dalam koridor hukum dan tidak mengganggu ketertiban umum. (Ant)














