Lewat Pameran di Samarinda Square, Museum Mulawarman Kenalkan Jejak Peradaban Kaltim

Samarinda, Kaltimnow.id – Museum Negeri Mulawarman kembali menghadirkan pameran edukatif bagi masyarakat. Kali ini, museum tersebut menggelar Pameran Goes to Mall bertajuk “Kronologi Peradaban Kalimantan Timur” di Samarinda Square, mulai 25 hingga 28 Juni 2026, setiap hari pukul 10.00–21.00 Wita.

Pameran ini menjadi upaya Museum Mulawarman untuk mendekatkan sejarah kepada publik dengan menghadirkan materi pameran di ruang yang lebih akrab bagi masyarakat, khususnya kalangan keluarga dan pelajar selama musim liburan sekolah.

Edukator Museum Negeri Mulawarman, Arya Nugraha, mengatakan tema yang diangkat dalam pameran kali ini menelusuri perjalanan panjang peradaban di Kalimantan Timur, mulai dari masa prasejarah hingga periode kolonialisme.

“Untuk pameran kali ini kami hadir di Samarinda Square dengan mengangkat tema sejarah kronologi peradaban Kalimantan Timur. Jadi, pengunjung bisa melihat perjalanan sejarah dari masa prasejarah, masa masyarakat tradisional Dayak, masa kesultanan, hingga periode kolonialisme di Kalimantan,” kata Arya saat ditemui di lokasi pameran, Kamis (25/06/2026).

Menurut Arya, pemilihan pusat perbelanjaan sebagai lokasi pameran merupakan strategi untuk menjangkau lebih banyak pengunjung. Melalui konsep ini, masyarakat yang semula datang ke mal untuk berbelanja atau berlibur diharapkan tertarik menyempatkan diri mengenal sejarah daerah.

“Ketika masyarakat datang ke mal yang awalnya mungkin untuk berbelanja atau mencari hiburan, mereka juga bisa sekaligus belajar. Apalagi saat ini sedang musim liburan sekolah, jadi momentum ini sangat baik untuk mengenalkan sejarah Kalimantan Timur kepada publik,” ujarnya.

Dalam pameran tersebut, pengunjung diperkenalkan pada beragam informasi dan koleksi yang menggambarkan perkembangan peradaban di Kalimantan Timur. Mulai dari jejak manusia purba dan peninggalan prasejarah, warisan budaya masyarakat tradisional Dayak, sejarah kesultanan di Kalimantan Timur, hingga koleksi yang berkaitan dengan masa kolonialisme.

Arya berharap, pameran ini dapat memberikan pemahaman awal kepada masyarakat mengenai sejarah panjang Kalimantan Timur sekaligus menumbuhkan ketertarikan untuk berkunjung langsung ke Museum Mulawarman.

“Harapannya, pengunjung bisa memahami secara garis besar bagaimana perkembangan peradaban di Kalimantan Timur. Dari sini mereka juga dapat melihat sebagian koleksi museum, sehingga muncul keinginan untuk datang langsung ke Museum Mulawarman dan melihat koleksi yang lebih lengkap,” tuturnya.

Antusiasme pengunjung pun mulai terlihat sejak pameran dibuka. Salah satu pengunjung, Safari Nati, menilai pameran di pusat perbelanjaan menjadi cara yang efektif untuk memperkenalkan museum kepada masyarakat yang selama ini belum sempat datang langsung.

“Menurut saya pameran seperti ini bagus, apalagi kalau dipromosikan lebih luas. Jadi orang-orang yang belum pernah ke Museum Mulawarman bisa melihat sebagian koleksinya terlebih dahulu. Kalau tertarik, mereka bisa datang langsung ke museumnya,” kata Nati.

Melalui pameran ini, Museum Negeri Mulawarman tak hanya menghadirkan ruang belajar sejarah yang lebih dekat dengan masyarakat, tetapi juga memperluas cara promosi museum di tengah perubahan pola kunjungan publik. Mengusung konsep “goes to mall”, museum berupaya menjadikan sejarah sebagai pengalaman yang lebih mudah diakses, relevan, dan menarik bagi generasi muda. (adv/ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *