Fakta Pilu Dugaan Kekerasan di Daycare Jogja: Balita Diikat Tanpa Baju hingga Alami Trauma

Yogyakarta, Kaltimnow.id – Publik Yogyakarta digemparkan dengan dugaan kasus kekerasan anak yang terjadi di sebuah tempat penitipan anak (daycare) di kawasan Umbulharjo. Fakta-fakta yang terungkap pasca-penggerebekan oleh pihak kepolisian memicu kemarahan besar dari para orang tua dan warga sekitar.

Daycare bernama Little Aresha yang berlokasi di Jalan Pakel Baru Utara, Sorosutan ini kini telah dipasangi garis polisi setelah video perlakuan tidak manusiawi terhadap balita viral di media sosial.

Kesaksian Memilukan Orang Tua Korban

Norman Windarto (41), salah satu orang tua korban, mengaku sangat terpukul setelah melihat bukti video yang menunjukkan kondisi anaknya dan balita lain di tempat tersebut.

“Kami kaget sekali. Dari video yang kami lihat, anak-anak di bawah 3 tahun diikat tangan dan kakinya, tidak memakai baju, hanya pakai popok,” ujar Norman saat memberikan keterangan di kantor polisi, Sabtu (25/4/2026).

Selain kondisi yang mengenaskan, Norman juga menemukan luka fisik pada tubuh anaknya. Meski pihak pengelola berdalih luka tersebut sudah ada sejak dari rumah, Norman membantah keras klaim tersebut.

“Setiap pagi saya mandikan anak saya, tidak ada luka. Tapi setelah dari daycare, tiba-tiba ada laporan luka. Itu yang membuat kami curiga,” tambahnya.

Gejala Trauma: Bermain “Ikat Tangan dan Kaki”

Dugaan kekerasan ini juga dirasakan oleh Gusti Adi, orang tua lainnya. Ia awalnya tidak menaruh curiga karena pengurus daycare selalu bersikap ramah. Namun, ia mulai menyadari ada yang salah saat melihat perilaku anaknya di rumah.

“Dulu saya pikir cuma permainan anak-anak (bermain ikat tangan dan kaki). Tapi setelah lihat kasus ini, jadi bertanya-tanya,” kata Gusti.

Tak hanya fisik, dampak psikologis juga mulai terlihat. Gusti mengungkapkan anaknya yang berusia delapan tahun masih sering mengompol, yang menurut psikolog merupakan salah satu indikasi trauma.

“Psikolog bilang bisa karena mengalami atau menyaksikan kekerasan. Tapi anak belum bisa cerita dengan jelas,” jelasnya pilu.

Polisi Amankan Belasan Orang di Lokasi

Merespons laporan warga dan bukti video yang beredar, Satreskrim Polresta Yogyakarta bergerak cepat melakukan penggerebekan pada Jumat (24/4/2026).

Kasat Reskrim Polresta Jogja, Kompol Riski Adrian, mengonfirmasi adanya penindakan tegas di lokasi kejadian. Sebanyak belasan orang telah diamankan untuk pemeriksaan lebih lanjut terkait dugaan penelantaran dan kekerasan anak.

“Benar, kami melakukan penindakan terhadap daycare di wilayah Sorosutan. Diduga kuat anak diperlakukan secara salah, bahkan masuk kategori penelantaran dan kekerasan,” tegas Kompol Riski Adrian.

Desakan Pengusutan Tuntas

Pantauan di lapangan menunjukkan warga masih berdatangan ke lokasi untuk melihat kondisi daycare yang kini sepi. Beberapa orang tua korban mendesak agar kasus ini diusut hingga tuntas demi keadilan bagi anak-anak mereka.

“Kami minta kasus ini diusut tuntas. Jangan sampai ada lagi anak-anak diperlakukan seperti ini,” tegas salah satu perwakilan orang tua.

Kasus ini menjadi alarm keras bagi pemerintah dan masyarakat untuk memperketat pengawasan terhadap izin dan operasional fasilitas penitipan anak di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya. (Ant)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *