Samarinda, Kaltimnow.id – Di tengah kekhawatiran masyarakat terhadap kenaikan harga bahan pokok, Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda memastikan ketersediaan pangan tetap aman dan terkendali.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya menjaga stabilitas ekonomi daerah sekaligus melindungi daya beli masyarakat, khususnya di pasar-pasar tradisional.
Komitmen itu ditegaskan saat Pemkot Samarinda mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah secara virtual pada Senin (20/04/2026). Dalam rapat tersebut, pemerintah menyoroti pentingnya penguatan stok pangan dan kelancaran distribusi komoditas strategis.
“Aspek ketersediaan pangan harus menjadi prioritas. Kita tidak boleh lengah terhadap potensi lonjakan harga, terutama pada komoditas yang dibutuhkan masyarakat setiap hari,” ujar Asisten II Setkot Samarinda, Marnabas Pattiroy.
Ia juga menekankan pentingnya optimalisasi program Toko Inflasi sebagai instrumen intervensi harga di pasar tradisional. Program tersebut dinilai efektif dalam menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan distribusi barang berjalan lancar.
Sejumlah pasar utama menjadi fokus penguatan distribusi, di antaranya Pasar Damai, Pasar Merdeka, Pasar Baqa, dan Pasar Segiri. Di lokasi tersebut, pemerintah memastikan stok bahan pokok tersedia dengan harga terjangkau bagi masyarakat.
“Kami juga memperketat pemantauan distribusi agar tidak terjadi penimbunan maupun gangguan pasokan. Stabilitas harga sangat bergantung pada kelancaran distribusi di lapangan,” tegasnya.
Melalui langkah terintegrasi antara pemerintah pusat dan daerah, Pemkot Samarinda optimistis inflasi dapat dikendalikan secara efektif. Upaya ini diharapkan mampu menjaga kestabilan ekonomi daerah sekaligus memberikan rasa aman bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari. (adv/diskominfo samarinda)














