Sibolga, Kaltimnow.id — Aktivis sekaligus pegiat media sosial, Risman Lase (40), mengalami aksi teror setelah rumahnya dilempar bom molotov oleh orang tidak dikenal (OTK) pada dini hari.
Peristiwa tersebut terjadi di kediamannya di Jalan Sibolga Baru, Kelurahan Pancuran Gerobak, Kecamatan Sibolga Kota, Sibolga, Sumatera Utara, Sabtu (14/3/2026) lalu.
Korban menduga aksi teror ini berkaitan dengan aktivitasnya yang sebelumnya mengungkap dugaan penumpukan bantuan bencana di bangunan eks Akademi Komunitas Negeri Sibolga di kawasan Bukit Panomboman, Kelurahan Sibolga Ilir, Kecamatan Sibolga Utara.
Berdasarkan rekaman CCTV yang telah diserahkan kepada Polres Sibolga, terlihat seorang pelaku melempar botol berisi bahan bakar ke arah mobil milik Risman yang terparkir di depan rumah.
Teror tersebut diperkirakan terjadi sekitar pukul 02.00 WIB. Dalam rekaman juga terlihat pelaku mencoba menyalakan api di titik lain di sekitar rumah korban, namun tidak berhasil.
Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya pecahan botol kaca, sumbu kain, serta flashdisk yang berisi rekaman CCTV.
Risman mengatakan dirinya telah melaporkan peristiwa tersebut kepada pihak kepolisian dengan nomor laporan LP/B/33/III/2026/SPKT/Polres Sibolga/Polda Sumatera Utara.
Ia menjelaskan bahwa saat kejadian dirinya terbangun setelah mendengar suara ledakan keras di depan rumah.
Menurutnya, api sempat menyala di sekitar mobil yang terparkir di halaman rumah.
“Saya tidak menuduh siapa pun, namun secara logika wajar jika saya curiga. Kejadian ini terjadi tepat setelah kami memviralkan temuan tersebut. Bukan menuduh. Saya hanya curiga karena kejadian tersebut,” ujarnya.
Risman juga meminta aparat kepolisian untuk menelusuri rekaman kamera pengawas milik warga di sekitar lokasi kejadian guna mengidentifikasi pelaku.
Menurutnya, pelaku diduga sempat melakukan percobaan pembakaran di titik lain sebelum menuju rumahnya.
“Saya masih yakin dan percaya dengan kinerja bapak Kapolres karena beliau orang baik, sehingga personelnya berkomitmen menindaklanjuti kasus ini. Semoga pelakunya cepat terungkap. Ambil CCTV-nya di mana-mana saja karena di Simpang itu banyak,” tuturnya. (Ant)











