Samarinda, Kaltimnow.id — Kementerian Agama (Kemenag) Kota Samarinda menggelar Pelatihan Manajemen Hewan Kurban dan Unggas di Aula Kantor Kemenag, Rabu (29/4/2026). Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terkait tata cara penyembelihan yang sesuai syariat Islam sekaligus memenuhi standar kehalalan.
Pelatihan tersebut dihadiri Kepala Kantor Kemenag Samarinda, Nasrun, didampingi Kasi Bimas Islam Ikhwan Saputera selaku ketua panitia, serta Kasubbag TU Edy Soltami. Peserta berasal dari perwakilan KUA se-Kota Samarinda, pengurus masjid, hingga perwakilan pasar tradisional.
Dalam laporannya, Ikhwan Saputera menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi penguatan implementasi jaminan produk halal di daerah. Ia menegaskan, pelatihan tidak hanya fokus pada aspek teknis, tetapi juga menanamkan nilai etika dan spiritual dalam praktik penyembelihan.
“Halal tidak hanya dipahami sebagai aturan, tetapi juga sebagai tanggung jawab moral dan keagamaan,” ujarnya, dilansir dari Kemenag Samarinda.
Sementara itu, Nasrun dalam sambutannya menekankan pentingnya pemahaman yang komprehensif terkait pengelolaan hewan kurban. Menurutnya, masyarakat perlu memahami bahwa penyembelihan tidak hanya soal teknis, tetapi juga menyangkut kesejahteraan hewan.
Ia mengingatkan sejumlah kriteria hewan yang tidak sah dijadikan kurban, seperti hewan yang buta, pincang, sakit, atau terlalu kurus. Pemahaman tersebut dinilai masih perlu terus disosialisasikan agar tidak terjadi kesalahan dalam praktik di lapangan.
Pelatihan berlangsung melalui pemaparan materi, diskusi interaktif, hingga simulasi teknis penyembelihan halal. Peserta diharapkan dapat menjadi agen edukasi di lingkungan masing-masing untuk menyebarluaskan pemahaman terkait praktik sembelih halal.
Melalui kegiatan ini, Kemenag Samarinda mendorong terbentuknya kesadaran bahwa konsep halal tidak sekadar label, melainkan bagian dari nilai kehidupan yang mencerminkan aspek kesehatan, kebaikan, dan keberkahan. (Ant)














