Jakarta, Kaltimnow.id – Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto, memberikan refleksi mendalam dalam rangka memperingati Hari Lahir ke-125 Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno, yang jatuh pada Sabtu (6/6/2026). Hasto menegaskan bahwa pemikiran Bung Karno merupakan api perjuangan yang harus terus dijaga relevansinya demi kemajuan bangsa.
Narasi Pembebasan Bung Karno
Menurut Hasto, Bung Karno melalui berbagai pidato bersejarahnya seperti Indonesia Menggugat dan Lahirnya Pancasila, telah meletakkan fondasi dasar bagi perjuangan bangsa melawan segala bentuk penindasan, baik dalam politik, ekonomi, maupun kebudayaan.
“Melalui pidato Indonesia Menggugat, Mencapai Indonesia Merdeka, dan Lahirnya Pancasila, serta pemikiran geopolitik Bung Karno yang tercermin dari pelaksanaan Konferensi Asia Afrika, Gerakan Non Blok… Bung Karno berjuang membebaskan rakyat Indonesia dan umat manusia dari berbagai belenggu penjajahan,” ujar Hasto dalam keterangan tertulisnya.
Ia menambahkan bahwa peringatan 125 tahun Bung Karno menjadi momentum penting untuk memahami kembali semangat revolusioner Sang Proklamator. “Maknanya, berbagai bentuk penindasan dalam politik, ekonomi, dan kebudayaan harus dihapuskan agar muncul keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia,” tambahnya.
Kritik Terhadap Kondisi Ekonomi dan Hukum
Dalam refleksi tersebut, Hasto juga menyoroti urgensi supremasi hukum dan keadilan ekonomi di Indonesia saat ini. Ia menilai, tata kelola negara yang tidak berjalan optimal telah berdampak pada tekanan sektor riil, pelemahan nilai tukar rupiah, serta maraknya kasus korupsi.
Hasto memperingatkan dampak berbahaya jika hukum kehilangan independensinya. “Tanpa hukum yang berkeadilan tidak akan ada kepastian. Apalagi ketika hukum menjadi alat kekuasaan. Tanpa supremasi hukum terciptalah penjajahan gaya baru,” tegas Hasto.
Trisakti sebagai Kompas Perjuangan
Sebagai penutup, Hasto mengingatkan kembali ajaran Trisakti Bung Karno sebagai jawaban atas tantangan sistem yang menyengsarakan rakyat. Ia menegaskan bahwa pesan Bung Karno dalam Indonesia Menggugat bukan sekadar melawan penjajah secara fisik, melainkan melawan sistem yang menghisap kesejahteraan rakyat.
“Trisakti Bung Karno adalah kehendak, tekad, dan jalan menjadi bangsa yang kuat untuk menghadapi sistem yang melahirkan penderitaan rakyat. Gagasan Bung Karno terbukti menjadi landasan dan kompas perjuangan bangsa. Itulah api perjuangan Bung Karno yang harus terus dinyalakan,” pungkas Hasto. (Ant)













